Kartini..
Pejuang emansipasi wanita pribumi Jawa..
Dari kalangan bangsawan Yogyakarta.
Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara. Putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama, M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Garis keturunan dari ayahnya merupakan keturunan Sultan Hamengkubuwono VI. Bahkan ayahnya jika ditilik lebih jauh ke Istana Majapahit.
Walaupun seperti itu, R.A. Kartini bukanlah orang yang pamer akan pangkatnya, derajatnya. Justru dengan itu, beliau berkeinginan kuat untuk memperjuangkan emansipasi wanita yang pada saat itu, derajat wanita dipandang sangat rendah.
Perjuangannya.. Tekadnya.. Semangatnya..
Sungguh, semua itu beliau lakukan untuk menegakkan keadilan wanita pribumi saat itu.
Cita-cita beliau.. Keinginan besar beliau.. Tekad beliau yang sungguh besar.. Disertai dengan semangat yang sangat berkobar.. Membuahkan hasil yang sangat indah.. Sesuai dengan harapan beliau..
Dari mengajarkan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi. Seperti cara Rasulullah saat berdakwah. Kemudian akhirnya mendirikan sekolah wanita.. Semua itu beliau lakukan.. Untuk para wanita pribumi.. Untuk mengangkat derajat para wanita.. Yang dahulu dijadikan budak pemuas nafsu oleh para bangsawan Belanda. Sungguh besar jasa yang beliau lakukan.
Oleh karena itu.. Hargailah perjuangan beliau. Bukan hanya sekedar merayakan dengan menggunakan pakaian adat , maupun update status selamat hari kartini! Bukan itu! Melainkan, berjuanglah seperti beliau. Tetap semangat, terus berjuang. Apapun rintangannya. Bagaikan tanda waqaf di alQur'an "لا" maupun traffic sign "🚫". Teruskan perjuangan beliau. Dengan semangat belajar yang kuat. Dan hargailah wanita. Karena derajat wanita dan pria itu sama. Selamat Hari Kartini Wanita Indonesia~
Sign,
Athraff_atthirfaa
Pejuang emansipasi wanita pribumi Jawa..
Dari kalangan bangsawan Yogyakarta.
Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara. Putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama, M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Garis keturunan dari ayahnya merupakan keturunan Sultan Hamengkubuwono VI. Bahkan ayahnya jika ditilik lebih jauh ke Istana Majapahit.
Walaupun seperti itu, R.A. Kartini bukanlah orang yang pamer akan pangkatnya, derajatnya. Justru dengan itu, beliau berkeinginan kuat untuk memperjuangkan emansipasi wanita yang pada saat itu, derajat wanita dipandang sangat rendah.
Perjuangannya.. Tekadnya.. Semangatnya..
Sungguh, semua itu beliau lakukan untuk menegakkan keadilan wanita pribumi saat itu.
Cita-cita beliau.. Keinginan besar beliau.. Tekad beliau yang sungguh besar.. Disertai dengan semangat yang sangat berkobar.. Membuahkan hasil yang sangat indah.. Sesuai dengan harapan beliau..
Dari mengajarkan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi. Seperti cara Rasulullah saat berdakwah. Kemudian akhirnya mendirikan sekolah wanita.. Semua itu beliau lakukan.. Untuk para wanita pribumi.. Untuk mengangkat derajat para wanita.. Yang dahulu dijadikan budak pemuas nafsu oleh para bangsawan Belanda. Sungguh besar jasa yang beliau lakukan.
Oleh karena itu.. Hargailah perjuangan beliau. Bukan hanya sekedar merayakan dengan menggunakan pakaian adat , maupun update status selamat hari kartini! Bukan itu! Melainkan, berjuanglah seperti beliau. Tetap semangat, terus berjuang. Apapun rintangannya. Bagaikan tanda waqaf di alQur'an "لا" maupun traffic sign "🚫". Teruskan perjuangan beliau. Dengan semangat belajar yang kuat. Dan hargailah wanita. Karena derajat wanita dan pria itu sama. Selamat Hari Kartini Wanita Indonesia~
Sign,
Athraff_atthirfaa
Komentar
Posting Komentar