Lanjutan yang tadi :D
Seiring waktu berjalan..
Iyalah, Berhenti kiamat mbak.
Westah :v
Rutinitas apel pagi siang sore masih istiqomah.
Dan si Cicak nya lama-lama mbaperin juga tingkahnya.
Trus presentase move on dari doi turun lagi jadi 36%
Alhamdulillah.
Cicak mbaperin? Maksudnya gimana mbak?
Tak ceritain tapi gausa baper :v
Iya mbak, tema blognya kan 'Gausa Baper~' :3
Oke lanjut.
Sebenernya bingung ngurutinnya dari mana.
Semuanya bikin baper sih.
Yaudah ini mungkin nggak urut :v yang jelas jangan baper.
(+) Cicak suka makan permen.
1. Paling aku inget, aku dudu didepan kelasnya, terus dia keluar, ke pintu, Cicak liatin, sampek mampoos,- awalnya nggak berani liat balik :v lama-lama kuliat di balik :v cie saling pandang. Cie dari mata turun ke hati. :v Sumpah tatapannya baperin puol. Lebih baperin dari lirikannya doi. Gitu terus, lalu ada perkembangan, di poin 2 :3
2. Masa iya, dari zaman alif sampe ya' mau saling pandang doang? Yakali nggaklah :V Pastinya ada perkembanngan. Ada interaksi saling bicara. Kadang pas saling pandang, dia langsung nyeplos kata kasar,- kan anj ,- salah apa aku coba? Maklum lah. B aja.
3. Betapa jailnya Cicak. Sering, pas dia lewat, kalo nggak aku yang lewat, ada aja. Yang narik jilbab lah(kurang ajar,-), nendang kaki lah. Ada aja. Dasar manusia. ,-
4. Paaling inget dan barusan terjadi. Pas lomba tgl 16 Agustus.
Pertama, aku manggil Sev ke kelasnya, soalnya pas itu lagi sibuk-sibuknya anak-anak bazar. Nah aku apa? PENGANGGURAN cak :v Sev dipanggil nggak keluar keluar, pas ada yang buka pintu, eh ternyata Cicak. Langsung bilang 'Sev gaada, pergi sana' langsung pintunya ditutup lagi. Dia kira aku nggaktau Sev didalem? Orang Sev nya barusan dari kelasku,- Ya nggak pergi lah akunya. Malahan aku berdiri didepan pintu manggil Sev lagi. Trus pintu nya buka lagi, Cicak lagi. Bilang lagi 'Sev nggaada. Dibilangin juga' . Trus aku langsung duduk. Masa bodo. Sev juga kemana nggak keluar keluar. Trus dia liatin lagi, aku liatin balik lah. Kan ikhfa' jiddaan,- Trus dia malak 'permen' sama nengadahin tangan,- Untungnya pas itu aku bawa, tinggal 1 pula. Trus aku gini 'malak terus tiap hari'. Trus dia tiba-tiba duduk disebelahku. Kaget,- trus permennya aku kasih ke dia. Aku panggil Sev lagi, trsu dia nyaut 'biarin masih kencan ini' blush! ,- ku alihkan dengan 'bilang apa? (buat permennya maksudnya)' 'makasih' 'apa? ulang, nggakdenger' eh Sev nongol sambil cekikik an di jendela. Kurang ajar. Trus Sev keluar, aku ajak pergi, Cicak masuk kelas, aku bilang samar 'foto' dia jawab 'ayo' . Udah gitu doang. :v
Yang kedua, pas mau sholat ashar. Cicak bangun tidur, ke kamar mandi atas. Nah aku bicara sama (sebut saja) Mawar di masjid. Kami terhalang pagar yang tertutup aw :v alay gilo :v. Asik asik bicara, dikagetin sama tangan seseorang, basah, mendarat di wajahku. Pas aku noleh ternyata tangannya Cicak, dan Cicak udah pergi otw kelas, kurang ajar. Bikin blush parah gila. Siapa yang nggak baper digituin ha? Goblok dia,- nggamau tanggung jawab juga. unch!
--------------Baper-baperannya selesai-------------------
Sekarang poin penting.
Ini tentang asal mula hatersku yang baru.
Hari Jum'at..
Sholat jum'at.
Aku di belakang, muroja'ah sama temenku, sama Sev juga.
Trus aku murojaah ngadep ke utara, soalnya temenku di utara :v.
Namanya orang murojaah kan konsentrasi tinggi, nggaktau yang diliat apa, yang penting yang dibaca bener kan?
Selesai murojaah, aku masih ngadep ke utara, kok ada gerumbulan cewek, aku tau dari kelasnya Cicak, dan disitu ada (sebut saja) Anu, dia suka sama si Cicak, pada ngomong terus liat aku semua. Udah. Langsung panas telinga.
Dari belakangku, ada yang bilang 'siapa sih itu dari tadi liatin kesini terus' langsung aku jawab 'gapapa, mereka liatin aku, bukan kalian, biasa, haters baru'
Kenapa aku bilang haters? Tatapan mereka pas liat itu nggak enak banget buat diliat. Ih.
MASA BODO. Itu masjid, buat ibadah bukan buat ngurusin haters.
Singkat cerita
Besoknya, Sabtu, si Sev pas istirahat nyamperin aku.
Dia bilang, dia dikeluarin dari gc kelas.
Kaget.
Dia bilang, hpnya Cicak habis dipinjem sama anak-anak cewek golongannya Anu, mereka baca chatku sama si Cicak. Trus Anu nangis.
Gagal paham.
Ternyata, si Anu nangis gara-gara di chat itu ada yang katanya Anu 'ngerendahin Anu', padahal nggak ada maksut gitu sama sekali. Dia kan emang cantik, tapi manisan aku kan. Mungkin dia .. aiisshhhh nggaktau lah.
Pokoknya sampe detik aku nulis ini, aku masih bingung, sebenernya ini masalahnya apa sih.
Dia nggakmau bilang langsung sih.
Kalo dia nggaktrima aku suka sama si Cicak, kenapa nggak langsung bilang sih. Kenapa pake nyindir sih. Dan kenapa bawa-bawa Sev sih?
Yang punya masalah siapa? Yang kena siapa?
Kan jadi serba salah sama si Sev.
Si Cicak juga, masa bodo banget. Au ah.
Aiiishhhhhhhhhhh.
RESIKO SUKA SI GANTENG MANIS KUMIS TIPIS ^_^
------------------------------------------------------------------------------------------------
Mau tanya-tanya, mau stalk, mau anu ..
IG:virlya_
Twttr:@Athraff_Atthirfaa
WA:DMIG :D
------------------------------------------------------------------------------------------------
Pret,
Athraff
Seiring waktu berjalan..
Iyalah, Berhenti kiamat mbak.
Westah :v
Rutinitas apel pagi siang sore masih istiqomah.
Dan si Cicak nya lama-lama mbaperin juga tingkahnya.
Trus presentase move on dari doi turun lagi jadi 36%
Alhamdulillah.
Cicak mbaperin? Maksudnya gimana mbak?
Tak ceritain tapi gausa baper :v
Iya mbak, tema blognya kan 'Gausa Baper~' :3
Oke lanjut.
Sebenernya bingung ngurutinnya dari mana.
Semuanya bikin baper sih.
Yaudah ini mungkin nggak urut :v yang jelas jangan baper.
(+) Cicak suka makan permen.
1. Paling aku inget, aku dudu didepan kelasnya, terus dia keluar, ke pintu, Cicak liatin, sampek mampoos,- awalnya nggak berani liat balik :v lama-lama kuliat di balik :v cie saling pandang. Cie dari mata turun ke hati. :v Sumpah tatapannya baperin puol. Lebih baperin dari lirikannya doi. Gitu terus, lalu ada perkembangan, di poin 2 :3
2. Masa iya, dari zaman alif sampe ya' mau saling pandang doang? Yakali nggaklah :V Pastinya ada perkembanngan. Ada interaksi saling bicara. Kadang pas saling pandang, dia langsung nyeplos kata kasar,- kan anj ,- salah apa aku coba? Maklum lah. B aja.
3. Betapa jailnya Cicak. Sering, pas dia lewat, kalo nggak aku yang lewat, ada aja. Yang narik jilbab lah(kurang ajar,-), nendang kaki lah. Ada aja. Dasar manusia. ,-
4. Paaling inget dan barusan terjadi. Pas lomba tgl 16 Agustus.
Pertama, aku manggil Sev ke kelasnya, soalnya pas itu lagi sibuk-sibuknya anak-anak bazar. Nah aku apa? PENGANGGURAN cak :v Sev dipanggil nggak keluar keluar, pas ada yang buka pintu, eh ternyata Cicak. Langsung bilang 'Sev gaada, pergi sana' langsung pintunya ditutup lagi. Dia kira aku nggaktau Sev didalem? Orang Sev nya barusan dari kelasku,- Ya nggak pergi lah akunya. Malahan aku berdiri didepan pintu manggil Sev lagi. Trus pintu nya buka lagi, Cicak lagi. Bilang lagi 'Sev nggaada. Dibilangin juga' . Trus aku langsung duduk. Masa bodo. Sev juga kemana nggak keluar keluar. Trus dia liatin lagi, aku liatin balik lah. Kan ikhfa' jiddaan,- Trus dia malak 'permen' sama nengadahin tangan,- Untungnya pas itu aku bawa, tinggal 1 pula. Trus aku gini 'malak terus tiap hari'. Trus dia tiba-tiba duduk disebelahku. Kaget,- trus permennya aku kasih ke dia. Aku panggil Sev lagi, trsu dia nyaut 'biarin masih kencan ini' blush! ,- ku alihkan dengan 'bilang apa? (buat permennya maksudnya)' 'makasih' 'apa? ulang, nggakdenger' eh Sev nongol sambil cekikik an di jendela. Kurang ajar. Trus Sev keluar, aku ajak pergi, Cicak masuk kelas, aku bilang samar 'foto' dia jawab 'ayo' . Udah gitu doang. :v
Yang kedua, pas mau sholat ashar. Cicak bangun tidur, ke kamar mandi atas. Nah aku bicara sama (sebut saja) Mawar di masjid. Kami terhalang pagar yang tertutup aw :v alay gilo :v. Asik asik bicara, dikagetin sama tangan seseorang, basah, mendarat di wajahku. Pas aku noleh ternyata tangannya Cicak, dan Cicak udah pergi otw kelas, kurang ajar. Bikin blush parah gila. Siapa yang nggak baper digituin ha? Goblok dia,- nggamau tanggung jawab juga. unch!
--------------Baper-baperannya selesai-------------------
Sekarang poin penting.
Ini tentang asal mula hatersku yang baru.
Hari Jum'at..
Sholat jum'at.
Aku di belakang, muroja'ah sama temenku, sama Sev juga.
Trus aku murojaah ngadep ke utara, soalnya temenku di utara :v.
Namanya orang murojaah kan konsentrasi tinggi, nggaktau yang diliat apa, yang penting yang dibaca bener kan?
Selesai murojaah, aku masih ngadep ke utara, kok ada gerumbulan cewek, aku tau dari kelasnya Cicak, dan disitu ada (sebut saja) Anu, dia suka sama si Cicak, pada ngomong terus liat aku semua. Udah. Langsung panas telinga.
Dari belakangku, ada yang bilang 'siapa sih itu dari tadi liatin kesini terus' langsung aku jawab 'gapapa, mereka liatin aku, bukan kalian, biasa, haters baru'
Kenapa aku bilang haters? Tatapan mereka pas liat itu nggak enak banget buat diliat. Ih.
MASA BODO. Itu masjid, buat ibadah bukan buat ngurusin haters.
Singkat cerita
Besoknya, Sabtu, si Sev pas istirahat nyamperin aku.
Dia bilang, dia dikeluarin dari gc kelas.
Kaget.
Dia bilang, hpnya Cicak habis dipinjem sama anak-anak cewek golongannya Anu, mereka baca chatku sama si Cicak. Trus Anu nangis.
Gagal paham.
Ternyata, si Anu nangis gara-gara di chat itu ada yang katanya Anu 'ngerendahin Anu', padahal nggak ada maksut gitu sama sekali. Dia kan emang cantik, tapi manisan aku kan. Mungkin dia .. aiisshhhh nggaktau lah.
Pokoknya sampe detik aku nulis ini, aku masih bingung, sebenernya ini masalahnya apa sih.
Dia nggakmau bilang langsung sih.
Kalo dia nggaktrima aku suka sama si Cicak, kenapa nggak langsung bilang sih. Kenapa pake nyindir sih. Dan kenapa bawa-bawa Sev sih?
Yang punya masalah siapa? Yang kena siapa?
Kan jadi serba salah sama si Sev.
Si Cicak juga, masa bodo banget. Au ah.
Aiiishhhhhhhhhhh.
RESIKO SUKA SI GANTENG MANIS KUMIS TIPIS ^_^
------------------------------------------------------------------------------------------------
Mau tanya-tanya, mau stalk, mau anu ..
IG:virlya_
Twttr:@Athraff_Atthirfaa
WA:DMIG :D
------------------------------------------------------------------------------------------------
Pret,
Athraff
Komentar
Posting Komentar