BJ. Habibi, ketika Ibu Ainun meninggalkan beliau, amat sedih hatinya. Namun beliau tuangkan kesedihan itu dalam sebuah tulisan.
Sekarang, aku akan menirunya
Entah apa yang akan aku tuliskan
Biarkan jemariku bergerak mengetikkan huruf demi huruf
Hingga membentuk beberapa kalimat..
Seluruh keluh kesahku
Sakit hatiku
Semuanya
Aku tau aku bukanlah seseorang yang baik
Tapi aku menemukan seseorang yang bisa membawa perubahan untukku
Benar, aku tidak boleh bergantung pada manusia
Tapi, apa aku salah jika seseorang itu mungkin saja perantara yang Allah berikan untukku
Memang, aku salah telah berharap pada manusia
Tapi aku tidak menyesal
Hingga saat ini pun aku masih berharap
Berharap dia kembali
Membimbingku dengan segala kesabarannya
Tapi mungkin, Allah menegurku.
Aku adalah orang yang tidak mudah bersyukur
Lisanku tidak tebiasa mengucap kata itu
Sehingga aku yakin, Allah menegurku, hamba yang tidak pernah bersyukur ini, hamba yang selalu menggunakan apapun yang diberikanNya dengan semena mena
Semoga memang benar
Allah hanga menegurku
Bukan mengambilnya dariku
Kebahagiaan..
Rasa cinta..
Kenyamanan ini..
Tapi Allah tidak akan pernah salah
Sebagai hamba seharusnya hanya bersyukur
Pasti semua ada hikmahnya
Allah tidak pernah salah
Allah tidak pernah tidur
Benar.
Walaupun hatiku saat ini lelah
Tapi aku punya Allah yang tidak pernah lelah
Memberi jalan pada hambaNya
Memang selama ini aku salah berharap
Aku menduakan Allah
Dengan ciptaanNya
Allah menegurku
Melalui rasa sakit ini
Sakit yang tidak pernah Allah berikan padaku selama ini
Ya. Aku salah
Setelah aku masuk dalam lautan dosa
Aku bersenang senang disana
Kemudian Allah mengeringkan laut itu
Yang kemudian menyisakan rasa sakit
Yang teramat dalam
Hatiku hancur
Benar benar hancur
Perih
Sakit
Aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri
Aku yang salah
Seandainya aku dari awal bersyukur
Seandainya aku dari awal melakukan sesuai yang diperintahkanNya
Tidak akan rasanya sesakit ini
Memang aku bodoh
Bodoh sekali
Tapi aku tau
Sebenarnya dia pun tidak ingin
Tapi mungkin dia memiliki alasan yang kuat untuk ini semua
Ah.
Kenapa aku belum bisa mengikhlaskan ini semua terjadi
Betapa ternoda nya hatiku
Aku masih saja tidak bisa membendung seluruh airmata yang setiap malam keluar dengan egoisnya
Aku juga tidak bisa mengendalikan diriku, mengendalikan perasaan dalam hatiku
Yang sudah menggebu-gebu
Terbakar oleh ketidakpuasan
Tapi bagaimanapun juga, aku harus yakin.
Semua sudah ditakdirkan.
Bukan Allah yang jahat
Allah tidak pernah jahat kepada hambaNya
Yaa
Karena rasa kurang syukur itulah yang membuat hambaNya memandang Allah jahat.
Huh
Aku tidak tau lagi
Bagaimana aku akan mengendalikan perasaanku ini
Tapi aku wanita kuat.
Dia sering bilang seperti itu
He's my energy
Athraff,
Komentar
Posting Komentar