Kamu tau apa yang paling sakit dari seluruh
rasa sakit yang pernah kurasa?
Dituntut untuk
menjadi dewasa, dituntut untuk tegas, dan diharuskan melepaskanmu padahal aku
sangat tidak ingin.
Jujur, kesannya
memang aku sangat kecewa. Tapi di balik itu semua, sebenarnya rasa sayangku
jauh lebih besar dari kecewaku yang memang besar.
Kadang aku
masih bertanya-tanya, pantaskah hubungan kita ini dipertahankan? Sedangkan aku
merasa di dalamnya hanya ada aku.
Ketika mengingat
kenangan dulu, awal aku bertemu denganmu, alasan kita menjalin hubungan, rasnya
aku egois jika memutuskan untuk berhenti.
Apakah aku bisa
hidup dengan hari-hariku yang tanpanya? Bisa. Hanya saja, aku tidak ingin. Kamu
lukaku, kamu juga penyembuhnya. Kamu penyemangatku. Kamu support systemku.
Semalam suntuk
aku menjadi wanita yang lemah, menangisimu yang telah kulepaskan secara
sepihak.
Dengan segala
pesan yang terus menerus masuk darimu, panggilan-panggilan yang terpaksa
kuabaikan.
Ingin sekali
aku membalas pesan-pesan dan menjawab panggilan itu, tapi egoku menahanku.
Penyesalan...
Datang dimana ketika
aku merasa goyah kembali, apakah ini keputusan yang tepat atau hanya egoisme
sesaat.
Tapi semuanya
sudah terjadi. Gengsi menguasaiku lebih besar dari penyesalanku.
Benar-benar
menyesal.
Begini ya
rasanya meninggalkan.
Andai saja kamu
memberiku kesempatan untuk kembali.
Aku sayang
kamu, dengan sepenuh hatiku dan seluruh jiwa ragaku, Pangeranku.
Malang, 25 Maret 2021
Ava
Komentar
Posting Komentar