Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Hancur

Kini aku sedang terpuruk Terpuruk sangat dalam Entah kenapa aku merasa, aku sangat membutuhkan dirimu disini Tapi entah kenapa Semakin kau menasehatiku, semakin deras air mata ini mengalir Nasehatmu semakin menjelaskan, ketidakmungkinan dirimu kembali Benarkah itu? Entahlah, tapi hati kecilku mengatakan demikian Inilah alasanku tidak bisa berhenti mengucurkan airmata Kau bilang Aku tidak boleh bergantung pada makhluk Ya itu memang benar Tapi dengan berkata seperti itu Kau semakin menunjukkan bahwa dirimu tidak mungkin lagi kembali padaku Aku tidak sanggup Aku semakin terpuruk Dari aku yang selalu berharap  Virlya.

Harapan Terbesarku, Ini Bukan Akhir

BJ. Habibi, ketika Ibu Ainun meninggalkan beliau, amat sedih hatinya. Namun beliau tuangkan kesedihan itu dalam sebuah tulisan. Sekarang, aku akan menirunya Entah apa yang akan aku tuliskan Biarkan jemariku bergerak mengetikkan huruf demi huruf Hingga membentuk beberapa kalimat.. Seluruh keluh kesahku Sakit hatiku Semuanya Aku tau aku bukanlah seseorang yang baik Tapi aku menemukan seseorang yang bisa membawa perubahan untukku Benar, aku tidak boleh bergantung pada manusia Tapi, apa aku salah jika seseorang itu mungkin saja perantara yang Allah berikan untukku Memang, aku salah telah berharap pada manusia Tapi aku tidak menyesal Hingga saat ini pun aku masih berharap Berharap dia kembali Membimbingku dengan segala kesabarannya Tapi mungkin, Allah menegurku. Aku adalah orang yang tidak mudah bersyukur Lisanku tidak tebiasa mengucap kata itu Sehingga aku yakin, Allah menegurku, hamba yang tidak pernah bersyukur ini, hamba yang selalu menggunakan apapun yang diberikanNya dengan semena men...

Bukan Akhir..

Pesan : Sayangi dan hargai orang orang disekitar kalian. Jangan pernah disia-siain. Penyesalan itu dateng pas orang itu udah pergi. Percayalah. Hari ini, 20 April 2020 Semuanya berlalu begitu cepat Entah aku yang tidak menyadari, atau memang itu terjadi tibatiba Setelah di tulisan sebelumnya, aku menulis tentang dia, dengan perasaan bahagia Kali ini, iya tetap bahagia karena sampai akhir dia masih mau memberikan nasihatnya Walaupun sebenarnya sakit yang teramat dalam, tapi aku tau ini untuk kebaikan kita Tetap saja Dia tetap dia yang aku sayang bahkan hingga saat ini Dia tetap dia yang selalu memberi nasihatnya ketika aku salah Dia tetap dia yang akan marah demi kebaikanku Dia tetap dia, yang selalu membuat aku tersenyum sepanjang saat  Tapi kali ini, dia sudah bukan milikku Dia sudah menjadi dirinya sendiri Dirinya yang dulu Sebelum dia masuk dalam dunia yang terlalu banyak menyakiti hati ini Dia kuat Dia sudah berhasil melalui ini semua Kemudian dia berhasil keluar Dari kejamnya ...

Kenangan Tapi Bukan wkwk

(Ini draf dari Maret/April 2018) Haihai~ Sudah lama sekali ya ((: Sudah terlewat berapa orang yang gaada di blog ini 😂 Terakhir dara kan ya 😂 Padahal setelah itu banyak banget. Duh pengen buat novel nih :v . Incess punya cerita nih. Ga tertarik skip ya :3 . . Berawal dari TM sebuah acara... . Kebetulan pas itu aku jadi PJ sebuah lomba dalam rangka milad sekolah. PJ nya ada 3 orang, 1 cowok 2 cewek. Kebetulan partner ku kakakkelas semua. Sebut saja mas Samid sama mbak Hani. Jadi kan aku adekelas sendiri nih. Untung mbak sama masnya enakan :v. . Setelah berhari hari nyiapin segala sesuatunya, h-1 sebelum TM, malemnya, kita kumpul tuh bertiga. Trus aku nanya, "Jadinya besok gimana nih?". Trus mas Samid bilang, "Besok aku ajak Hasan, kan dia banyak tau tentang ginian". Ya, jadi Hasan ini temennya mas Samid dibidang ini emang. Aku juga nggatau kenapa nggak ngajak dia aja sih jadi PJ, kenapa aku. Padal kan banyak yang lebih bisa dari aku,- . . Next, kee...

I'm Your's, You're Mine, Anu

Halo! Mau bagi cerita nih Tahun lalu aku didekatkan sama salah satu makhluk Allah ini Dia temenku, tempat curhatku, tempat ngeluhku Dia tau semua masalahku, semua tentang aku Karena aku orangnya terbuka jadi semuanya aku ceritain Aku beda sama dia Kayak langit dan bumi, jauuuuuuhhhhh Dia itu makhluk pendiam, pemalu, sabar, introvert Beda pol kan sama aku, 180 derajat Tapi dari situlah, kita bisa bertahan Karena perbedaan itu, kita saling lengkapi satu satu Dari yang dia pendiem, setelah ketemu sama aku dia jadi cerewet Dari yang aku barbar, ketemu dia jadi kalem Dia itu lucu, random Dia baik, baiiikkk sekali Dia juga sabar, sabaaarrrr banget Sejauh ini, dia marah yang bener-bener marah bisa diitung Itupun karena emang aku bikin salah yang bener-bener salah Dia pun marah juga karena dia mau benerin aku, bukan karena ego Dia bukan manusia yang egois Tapi dia juga bukan manusia yang peka wkwk Aku tau aku terlalu jahat buat dia Setiap...