Langsung ke konten utama

Postingan

2023 Masih Awal, Sudah Banyak Kejutan

          Padahal masih di bulan ketiga 2023, kejutan datang bertubi-tubi. Januari, bertengkar hebat sama ayang. Februari, mantan tiba-tiba ngechat setelah 2 tahun + kembali datang orang baru di tengah feeling lonely ku. Maret, kuputuskan untuk menyudahi saja hubungan sama ayang.  Tau bagian mana kejutannya? semuanya. Tiba-tiba sat set wat wet terjadi gitu aja. Mungkin setelah ini akan kembali sering nulis ya, Journey of My Life; Just Charging or Changing .           Awalnya tu emang kita bertengkar, mungkin dibilang orang sepele, tapi enggak buat aku. Soale ya wes sering banget tak ingetin, aku gasuka de e ini itu, suvvvvering, tapi terus-terusan diulangi. Yawes kan lama-lama aku bodo amat aja, pura-pura ga ngerti dan yo ndak cari tau. Luwamaaa wes hampir setahun aku percaya lek de e ga main itu soale pas sama aku ga main emang. La trus kapan hari itu aku liat galeri e, eh ada screenshot an dia tf nde orang seng biasae ju...
Postingan terbaru

Masih Awal Desember Loh Ini :)

              Akhir-akhir ini banyak yang berubah ya.. J memang, ternyata manusia itu selain gampang lupa juga gampang berubah. Makanya itulah kenapa Sayyidina Ali pernah bilang kalo jangan pernah berharap sama manusia. Yang salah bukan manusianya kok, tapi harapannya, ekspektasinya yang terlalu tinggi J buktinya, udah seringkali loh kejadian, tetep aja dilakuin. Berharap. Berkespektasi.             Trus, emang gini ya. Dulu aku sering banget denger, cowok itu manis di awal doang. Hahaha lucu memang. Minta maaf hanya sekedar formalitas karena gamau bertengkar, kata-kata sayang bahkan nadanya sudah tidak setulus dulu J . Dulu ga bales chat bentar udah di spam in, sekarang bahkan seharian aja mana ada dicariin.             Selain kamu, aku juga sama, trauma dengan kehilangan. Kehilangan seseorang yang paling berarti...

Sebuah Kisah Tentang Seorang Pangeran

              Anan. Sebuah nama yang berhasil singgah di hatiku dikala saat itu sedang rapuh. Entah darimana datangnya tapi rasa itu tiba-tiba seperti terlahir kembali bagaikan bayi yang bersih dari segala macam noda kesedihan. Menghapus beberapa puing luka dan menggantinya dengan potong demi potong kebahagiaan. Memberi kesan bahwa apa yang selama ini dibuang ternyata adalah sesuatu yang sangat pantas untuk dihargai. Membawa harapan dikala seakan sudah tak ada lagi harapan. Membawa secercah cahaya dalam kegelapan hatiku. Anan. Kehadirannya tiba-tiba, tanpa sedikitpun ditolak oleh pemilik rasa.             Berawal dari saling memberi kepercayaan yang dibuktikan dengan curahan hati. Berlanjut hingga beberapa waktu, dengan topik berbeda setiap harinya. Tidak pernah bosan, tidak pernah ingin saling mengakhiri. Begitulah kisah ini dimulai. Tumbuh bersama dengan kasih, tak lupu...

Let Me Back To You, Pangeran

            Kamu tau apa yang paling sakit dari seluruh rasa sakit yang pernah kurasa? Dituntut untuk menjadi dewasa, dituntut untuk tegas, dan diharuskan melepaskanmu padahal aku sangat tidak ingin. Jujur, kesannya memang aku sangat kecewa. Tapi di balik itu semua, sebenarnya rasa sayangku jauh lebih besar dari kecewaku yang memang besar. Kadang aku masih bertanya-tanya, pantaskah hubungan kita ini dipertahankan? Sedangkan aku merasa di dalamnya hanya ada aku. Ketika mengingat kenangan dulu, awal aku bertemu denganmu, alasan kita menjalin hubungan, rasnya aku egois jika memutuskan untuk berhenti. Apakah aku bisa hidup dengan hari-hariku yang tanpanya? Bisa. Hanya saja, aku tidak ingin. Kamu lukaku, kamu juga penyembuhnya. Kamu penyemangatku. Kamu support systemku. Semalam suntuk aku menjadi wanita yang lemah, menangisimu yang telah kulepaskan secara sepihak. Dengan segala pesan yang terus menerus masuk darimu, panggil...

Ke-15

Assalamualaikum.. Apa kabar? Semoga sehat, bahagia, dan selalu dalam lindungan Allah 😇 Sekian lama, menurutku, hubungan kita sedang tidak baik. Aku akui itu kesalahanku Entah mau bagaimana caraku meminta maaf, mungkin masih sulit buat pean menghilangkan rasa kecewa itu Aku harap, kita bisa ketemu, membicarakan ini baik-baik. Yaah tapi mungkin sekarang kondisi sedang tidak berpihak pada kita Tapi aku yakin, suatu saat pasti kesempatan itu datang, entah kapan, tapi akan selalu aku tunggu Entah sudah berapa kali aku bikin pean nahan perasaan jengkel, marah, keselnya pean Tapi sungguh, aku tidak bermaksud berbuat seperti itu Nda ada sama sekali dalam pikiranku bikin pean sakit hati Itu semua diluar kendali ku Emosi ku menguasai pikiranku Bahkan untuk diriku sendiri, aku belum bisa mengendalikan emosi itu Semua tekanan, kekangan, dan apapun yang aku berikan buat pean, demi Allah aku nda bermaksud seperti itu Hanya mungkin caraku sayang sama pean itu yang salah, sehingga terjad...

Hancur

Kini aku sedang terpuruk Terpuruk sangat dalam Entah kenapa aku merasa, aku sangat membutuhkan dirimu disini Tapi entah kenapa Semakin kau menasehatiku, semakin deras air mata ini mengalir Nasehatmu semakin menjelaskan, ketidakmungkinan dirimu kembali Benarkah itu? Entahlah, tapi hati kecilku mengatakan demikian Inilah alasanku tidak bisa berhenti mengucurkan airmata Kau bilang Aku tidak boleh bergantung pada makhluk Ya itu memang benar Tapi dengan berkata seperti itu Kau semakin menunjukkan bahwa dirimu tidak mungkin lagi kembali padaku Aku tidak sanggup Aku semakin terpuruk Dari aku yang selalu berharap  Virlya.

Harapan Terbesarku, Ini Bukan Akhir

BJ. Habibi, ketika Ibu Ainun meninggalkan beliau, amat sedih hatinya. Namun beliau tuangkan kesedihan itu dalam sebuah tulisan. Sekarang, aku akan menirunya Entah apa yang akan aku tuliskan Biarkan jemariku bergerak mengetikkan huruf demi huruf Hingga membentuk beberapa kalimat.. Seluruh keluh kesahku Sakit hatiku Semuanya Aku tau aku bukanlah seseorang yang baik Tapi aku menemukan seseorang yang bisa membawa perubahan untukku Benar, aku tidak boleh bergantung pada manusia Tapi, apa aku salah jika seseorang itu mungkin saja perantara yang Allah berikan untukku Memang, aku salah telah berharap pada manusia Tapi aku tidak menyesal Hingga saat ini pun aku masih berharap Berharap dia kembali Membimbingku dengan segala kesabarannya Tapi mungkin, Allah menegurku. Aku adalah orang yang tidak mudah bersyukur Lisanku tidak tebiasa mengucap kata itu Sehingga aku yakin, Allah menegurku, hamba yang tidak pernah bersyukur ini, hamba yang selalu menggunakan apapun yang diberikanNya dengan semena men...